Rabu, 27 Maret 2013

lRELASI MAKNA
Relasi makna merupakan hubungan atau keterkaitan makna sebuah kata. Hubungan atau relasi makna menyangkut kesamaan makna (Sinonim), kebalikan makna atau makna kata yang bertentangan ( antonim ), kegandaan makna ( polisemi dan ambiguitas ), ketercakupan makna (hiponimi ), kelainan makna ( homonimi ), kelebihan makna ( redundansi ), dan sebagainya. Pada pembahasan mengenai relasi makna, saya akan menjelaskan sedikit mengenai Oposisi. Jenis hubungan antarkata memiliki adanya keragaman, ada jenis hubungan yang berlangsung secara komplementer dan tidak dapat digradasikan dan hal ini disebut dengan istilah oposisi.
Oposisi memiliki beberapa jenis yakni Oposisi mutlak, oposisi kutub, oposisi hubungan, oposisi hierarkial, oposisi majemuk. Hal yang akan dijelaskan secara rinci mengenai oposisi hierarkial dan oposisi majemuk. Dua bentuk oposisi ini merupakan kata yang memiliki makna yang berbeda namun memiliki relasi.
Oposisi Hierarkial
Oposisi hierarkial ini merupakan salah satu bentuk dari antonim yang menyatakan deret jenjang atau tingkatan. Oposisi hierarkial merupakan istilah untuk kata yang memiliki makna yang cukup berbeda namun memiliki hubungan antara makna satu kata dengan makna kata yang lain. Oposisi hierarkial ini disebut juga dengan istilah “Antonim Hiponim” Mukhtar (2006 : 65) Contoh kata-kata yang beroposisi hierarkial
Contoh kata yang menyatakan jenjang :
Sekolah Dasar (SD)                Sekolah Menengah Pertama (SMP)                Sekolah Menengah Atas (SMA)                         Universitas, Sekolah Tinggi, dan sejenisnya.
Contoh kata yang menyatakan tingkatan :
RT            RW                         LURAH          CAMAT           BUPATI

Oposisi Majemuk
Oposisi majemuk merupakan kata yang memiliki makna yang berbeda namun terdapat relasi atau hubungan terhadap kata tersebut. Kata –kata tersebut merupakan satu kesatuan.
Contoh kata yang beroposisi majemuk
                        Minum
Kue                 Nasi
                        Lauk








Aminudin. 1985.  Semantik. Sinar Baru : Bandung
Chaer Abdul. 1990. Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta : Jakarta
Abdul Chaer. 2002. Pengantar Semantik Bhasa Indonesia. Rineka Cipta : Jakarta
Muchtar Khalil dan Anilawati. 2006. Semantik. Cendikia Insani : Pekanbaru


Tidak ada komentar:

Posting Komentar